Jalan Gajah Mada sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer, yang menghubungkan Landing Point Fly Over Sei Ladi menuju Simpang Laluan Madani.

BP Batam Bangun dan Tingkatkan 4 Ruas Jalan Strategis di Batam Tahun 2026

Batam, WartaSeila – BP Batam bangun jalan 2026 sebagai langkah strategis untuk mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Pada tahun 2026, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melaksanakan empat proyek pembangunan dan peningkatan jalan di sejumlah kawasan strategis Batam guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Kepala Biro Umum BP Batam, M. Taofan, mengatakan upaya tersebut dilakukan sebagai langkah strategis pihaknya untuk terus mendorong peningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam.

Taofan menyebutkan ada empat ruas jalan yang ditingkatkan sepanjang Tahun 2026. Pertama, Jalan Gajah Mada sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer, yang menghubungkan Landing Point Fly Over Sei Ladi menuju Simpang Laluan Madani. Jalan ini akan dikembangkan menjadi enam lajur dua arah dengan konfigurasi tiga lajur di masing-masing sisi. Proyek ini dikontrak dengan anggaran Rp 140 miliar dan mulai dikerjakan pada Januari ini.

Kedua, Jalan R. Suprapto, yaitu ruas Simpang Batamindo menuju Dam Mukakuning sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer. Proyek ini juga dilaksanakan pada Januari ini dan akan dibangun menjadi empat lajur dua arah di masing-masing sisi sebagai kelanjutan peningkatan jalan menuju kawasan industri Mukakuning. Adapun nilai proyek sebesar Rp 50,8 miliar.

Selanjutnya, masih dalam tahap perencanaan, ada jalan Kawasan Industri Tanjung Gundap sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer dan jalan Kawasan Industri Kabil sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Keduanya akan menggunakan anggaran proyek masing-masing sebesar Rp 27 miliar.

“Dengan infrastruktur yang memadai, kita ingin aktifitas ekonomi dan industri di Batam semakin tumbuh dan kompetitif,” ujar Taofan, Rabu (7/1/2026).

BP Batam di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra berkomitmen dalam pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang berkelanjutan. BP Batam optimis, Batam menjadi kawasan investasi yang inklusif dan kompetitif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Foto Penumpang Pelabuhan Batam

Pergerakan Penumpang Kapal Pelabuhan Batam Periode Angkutan Nataru 2026 Didominasi Rute Internasional

Batam, WartaSeila – Selama Periode Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pergerakan penumpang kapal di wilayah kerja Badan Pengusahaan (BP) Batam menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan rute internasional masih menjadi kontributor utama arus penumpang.

Berdasarkan data realisasi hingga H1+5 atau per 30 Desember 2025, total pergerakan penumpang rute internasional tercatat mencapai 316.236 orang, atau meningkat 22 persen dibandingkan periode Angkutan Nataru tahun 2024.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada penumpang berangkat melalui terminal ferry internasional yang tumbuh 30 persen, sementara penumpang datang meningkat 15 persen. Peningkatan ini terutama terjadi pada rute Singapura dan Malaysia melalui Terminal Ferry Internasional Batam Center dan Harbour Bay

Sementara itu, pergerakan penumpang rute domestik tercatat sebanyak 205.487 orang, atau meningkat 6,7 persen dibandingkan periode Nataru 2025. Dari jumlah tersebut, penumpang berangkat melalui terminal ferry domestik mencapai 107.209 orang atau tumbuh 5,3 persen, sedangkan penumpang datang tercatat 98.278 orang atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyampaikan bahwa dominasi pergerakan penumpang pada rute internasional selama Periode Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026 dipengaruhi oleh jarak waktu yang relatif berdekatan dengan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026.

“Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk menunda aktivitas mudik dan memilih untuk melaksanakannya pada periode Angkutan Lebaran 2026. Hal ini menyebabkan pergerakan penumpang domestik pada momen Nataru relatif lebih terkendali,” ujar Benny dalam keterangan resminya, Rabu (31/12/2025).

Meski demikian, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, imbuh Benny terus memastikan kelancaran arus penumpang di Periode Angkutan Laut Nataru 2026 dengan mengoordinasikan para agen pelayaran untuk melakukan penambahan armada kapal, baik domestik maupun internasional, guna mengantisipasi potensi lonjakan arus penumpang.

Selain itu, BP Batam juga menyiapkan Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di terminal ferry domestik dan internasional sebagai pusat koordinasi lintas instansi.

Seluruh sistem CCTV pelabuhan di wilayah kerja BP Batam juga telah terintegrasi dengan Pusat Informasi Transportasi (PUSINTRANS) Kementerian Perhubungan guna mendukung pemantauan dan pengendalian arus penumpang secara real time selama periode Nataru.

“Peningkatan arus penumpang selama Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 terjadi pada tanggal 25 Desember 2025 dan kami prediksikan juga terjadi pada 4 Januari 2026. Meski demikian lonjakan penumpang ini dapat kami kelola dengan baik melalui koordinasi lintas instansi, kesiapan armada, serta penerapan digitalisasi e-ticketing sehingga arus penumpang tetap berjalan aman dan lancar,” tambah Benny.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa BP Batam akan terus melakukan evaluasi secara berkelanjutan hingga berakhirnya periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sebagai bagian dari komitmen dalam memastikan pelayanan publik yang optimal dan berkelanjutan.

“Evaluasi selama periode Nataru ini menjadi dasar bagi kami untuk memperkuat kesiapan menghadapi Angkutan Lebaran 2026, baik dari sisi infrastruktur, kesiapan layanan, maupun sistem pendukung operasional. Dengan persiapan yang lebih matang, kami berharap pelayanan kepelabuhanan ke depan dapat berjalan lebih optimal, aman, dan terkendali,” ujar Amsakar. 

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas rencana pelaksanaan kebijakan Jaringan Gas (Jargas) di Kota Batam, Senin (22/12/2025).

Dorong Kebijakan Subtitusi LPG 3kg, BP Batam Dukung Kebijakan Jargas di Kota Batam.

Batam, WartaSeila – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas rencana pelaksanaan kebijakan Jaringan Gas (Jargas) di Kota Batam, Senin (22/12/2025).

Bertempat di Marketing Center BP Batam, kebijakan Jargas ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.

Dimana, jaringan gas perkotaan ditetapkan sebagai salah satu indikator Program Prioritas Nasional dalam rangka mendukung ketahanan dan efisiensi energi nasional.

Hal ini juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia untuk mendorong Batam sebagai kota investasi dengan standar internasional. Sehingga pengembangan dan penataan jaringan gas perkotaan menjadi salah satu elemen penting infrastruktur energi.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas perhatian dan inisiatif strategisnya dalam mendorong percepatan implementasi kebijakan Jaringan Gas.

Kebijakan ini, merupakan bagian dari upaya substitusi LPG 3 kg, sekaligus mendukung ketahanan dan efisiensi energi nasional.

“Kami mendorong perencanaan Jaringan Gas di Kota Batam dapat selaras dan terintegrasi dengan pengembangan kawasan permukiman, kawasan transmigrasi, serta wilayah penyangga pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

“Sehingga manfaat Jargas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, baik di kawasan eksisting maupun kawasan pengembangan baru,” lanjutnya.

Integrasi jaringan gas antarwilayah dan antarsegmen pengguna, baik ruma tangga, usaha kecil, hingga kawasan industri, menjadi hal yang sangat penting.

Integrasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi distribusi energi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi daerah serta mendukung daya saing Batam sebagai pusat investasi dan industri nasional.

Amsakar menambahkan, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam berkomitmen untuk mendukung upaya integrasi tersebut melalui penyelarasan kebijakan tata ruang, percepatan perizinan, serta fasilitasi pemanfaatan lahan dan infrastruktur pendukung. Tentunya disamping itu, tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, keselamatan, dan keberlanjutan.

“Kami juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, BP Batam, pemerintah daerah, dan BUMN, agar kebijakan ini dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batam,” tutup Amsakar.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi mengatakan, Kota Batam memiliki potensi yang kuat sebagai pelaksanaan pilot project pengembangan jargas.

Sebab, Kota Batam didukung kondisi geografis berupa wilayah kepulauan yang relatif terbatas. Sehingga, melalui Jaringan Gas memudahkan pengendalian jaringan dan meminimalkan risiko kebocoran distribusi.

“Kota Batam juga mempunyai karakteristik calon pelanggan yang sebagian besar telah memiliki pemahaman dan kesiapan dalam pemanfaatan jaringan gas,” katanya.

Sehingga kata Elen, untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pilot project Jaringan Gas, diperlukan dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Khususnya dalam aspek perencanaan, perizinan, penyediaan lahan, serta koordinasi lintas sektor, agar program dapat terlaksana secara efektif, tepat waktu, dan berkelanjutan,” imbunya.

Turut hadir dalam pembahasan, sejumlah perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Pertamina, PGN, Ditjen Migas Kemen. ESDM, SKK Migas, PPN, Pemerintah Kota Batam. (CM)

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menghadiri penyerahan bantuan perbekalan dan santunan nilai rumah asal kepada masyarakat transmigrasi lokal, di Tanjung Banun

Warga Tanjung Banun Terima Bantuan Perbekalan dan Santunan Rumah Secara Penuh

Batam, WartaSeila – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menghadiri penyerahan bantuan perbekalan dan santunan nilai rumah asal kepada masyarakat transmigrasi lokal, di Tanjung Banun, Minggu (21/12/2025).

Bantuan dan santunan ini, diserahkan secara simbolis oleh Menteri Transmigrasi Republik Indonesia (RI), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Adapun bantuan perbekalan, terdiri dari alat sandang, peralatan tidur, peralatan dapur, alat pertukangan, peralatan pertanian, jaring nelayan hingga perlengkapan rumah tangga.

Sementara santunan nilai rumah asal adalah pemberian santunan secara penuh terhadap rumah warga sebelumnya, sesuai dengan hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Sebagai contoh, jika sebelumnya rumah warga transmigrasi nilainya Rp200 juta dari hasil penilaian KJPP dan kemudian diberikan rumah relokasi senilai Rp130 juta. Sehingga masyarakat transportasi hanya mendapatkan uang ganti rugi Rp70 juta, yang merupakan sisq dari nilai rumahnya.

Namun saat ini, uang Rp130 juta tersebut dikembalikan ke warga penerima rumah relokasi.

Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, pemberian santunan secara penuh untuk rumah warga ini merupakan usulan dari Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pemberian santunan nilai rumah secara penuh itu disetujui bersama.

“Membangun Tanjung Banun ini bukan lagi soal relokasi, ini adalah soal menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan masa depan dan memindahkan kehidupan untuk kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Iftitah.

Sementara Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan, kegiatan ini merupakan komitmen dirinya bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, untuk memastikan bahwa setiap kebijakan berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan Rempang Eco City bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan upaya jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

“Harapan kami dengan perbekalan dan santunan nilai rumah asal ini, masyarakat lebih nyaman, bisa fokus untuk menata kehidupannya seiring dengan penyiapan infrastruktur yang terus akan kami lakukan di Tanjung Banun ini,” tegas Amsakar. (*)

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait meninjau kesiapan unit pelayanan jelang Puncak Perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.

Anggota/Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Tinjau Kesiapan RSBP Batam Jelang Nataru

Batam, WartaSeila — Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait meninjau kesiapan unit pelayanan jelang Puncak Perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.

Salah satunya, Ariastuty melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit BP Batam (RSBP) pada Rabu pagi, (17/12/2025).

Ia ingin memastikan kesiapan dan langkah antisipasi unit kerja dalam menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 yang identik dengan peningkatan mobilitas dan kebutuhan layanan publik, khususnya layanan kesehatan.

“Kegiatan kunjungan kerja ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan lisan Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam kepada seluruh jajaran pimpinan unit kerja dan pegawai di lingkungan BP Batam, agar meningkatkan kesiapsiagaan dan pengawasan selama masa puncak libur Natal dan Tahun Baru, guna menjaga Batam tetap aman, tertib, dan kondusif.” Kata Ariastuty.

Dalam rangkaian kunjungannya, Ariastuty meninjau langsung sejumlah area pelayanan strategis, antara lain ruang perawatan pasien di lantai 5, ruang Intensive Care Unit (ICU), serta area poliklinik.

Ia juga berkesempatan beramah tamah dengan para pasien, pengunjung, serta petugas, sekaligus melihat secara langsung kondisi pelayanan dan kesiapan fasilitas di lapangan.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ruang farmasi baru RSBP Batam yang mulai difungsikan sejak Senin, 15 Desember 2025.

Ruang farmasi yang sebelumnya tersebar di Gedung A dan Gedung B lantai 1, kini disatukan dan terpusat di Lobby D Gedung B, sebagai bagian dari upaya peningkatan efektivitas pelayanan, kemudahan akses bagi pasien, serta efisiensi alur pelayanan kefarmasian.

Usai peninjauan lapangan, Tuty sapaan akrabnya, memimpin rapat koordinasi di ruang Direktur RSBP Batam, dihadiri oleh jajaran manajemen, pejabat struktural, serta staf terkait.

Sejumlah isu strategis dan operasional dibahas secara terbuka, baik evaluasi maupun apresiasi atas kinerja RSBP sepanjang tahun 2025.

“Beberapa hal yang kami atensi yakni keterbatasan tenaga medis seiring meningkatnya jumlah kunjungan pasien, kondisi pendingin ruangan di beberapa area pelayanan yang masih perlu dioptimalkan, serta penjajakan layanan radioterapi yang saat ini masih dalam proses untuk diwujudkan.” Tutur Tuty.

Di sisi lain, ia memberikan apresiasi atas berbagai capaian RSBP Batam, khususnya peningkatan kualitas dan konsistensi pengelolaan media sosial RSBP Batam yang dinilai semakin baik, serta sejumlah penghargaan (award) yang berhasil diraih dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya mengapresiasi atas kinerja di an capaian yang berhasil diraih 2025 harus kita pertahankan dan terus kita tingkatkan. Ke depan Penting penguatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan kepada pasien dan pengunjung rumah sakit.” Ujar Tuty.

Pada penutupnya, Tuty menekankan agar dapat meningkatkan kewaspadaan, menjaga stabilitas dan kelancaran pelayanan selama masa libur akhir tahun.

Ia mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa mengedepankan pelayanan yang ramah, santun, dan humanis, sejalan dengan semangat PRIMA yang menjadi nilai dasar pelayanan RSBP Batam, yakni Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama para Investor dan pelaku usaha

BP Batam Komitmen Benahi Pelayanan Perizinan, Dorong Kemudahan Berinvestasi

Batam, WartaSeila – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar kegiatan ramah tamah bersama para investor dan pelaku usaha pada Senin (24/11/2025). Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menyampaikan perkembangan terbaru terkait PKKPRL serta proses pengurusan AMDAL yang tengah berjalan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kegiatan ini penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha akan menghasilkan layanan investasi yang semakin cepat, sederhana, dan berkualitas.

“Kami terus membenahi regulasi yang tumpang tindih dan melakukan simplifikasi perizinan agar Batam tumbuh sebagai kota yang ramah investasi. Saya optimistis pertemuan ini menjadi tonggak kemajuan Batam ke depannya,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah tantangan investasi saat ini menjadi perhatian serius BP Batam. Terutama terkait implementasi simplifikasi perizinan serta peningkatan layanan pasca terbitnya PP Nomor 25 dan PP Nomor 28 Tahun 2025. Melalui sinergi yang semakin kuat, ia yakin pertumbuhan ekonomi Batam dapat terus terakselerasi.

Pertumbuhan investasi di Batam, lanjut Amsakar, juga menunjukkan tren positif. Sejak Januari hingga Oktober 2025, nilai investasi mencapai Rp 54,7 triliun, atau 91 persen dari target tahunan sebesar Rp 60 triliun. Capaian ini naik 25,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp 43,26 triliun.

Amsakar menilai bahwa peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan BP Batam.

“Kita mesti membangun spirit bersama agar Batam mampu memberi pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selama kita bisa memperkuat langkah konkret melalui sinergi, tidak ada yang tidak mungkin,” pesan Amsakar.

Dalam kesempatan itu, Amsakar bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turut menyampaikan apresiasi kepada puluhan pelaku usaha. Mereka berinisiatif dan secara sukarela menghimpun dana CSR untuk mendukung percepatan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Para pelaku usaha berencana membentuk sebuah yayasan yang akan mengawal proses pembangunan sekolah tersebut. Setelah proses tuntas, yayasan ini akan menyerahkannya (hibah) kepada Pemerintah Kota Batam dan BP Batam sebagai fasilitas pendukung pendidikan untuk masyarakat.

Amsakar meyakini bahwa kolaborasi ini akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang di Batam.

“Saya dan Bu Li Claudia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif para pelaku usaha untuk memajukan pendidikan di Batam. Ini menjadi tonggak sejarah bagi kemajuan kota ini, karena Batam akan memiliki SDM unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. (DN)

Bengkel Tanjak Rumahitam: Degup Budaya dan Cuan Ratusan Juta

Di sudut jalanan banyaknya lalu lalang kendaraan, berdiri satu tempat yang hadirnya tidak hanya berbentuk bangunan, tetapi juga menjadi jembatan untuk mengangkat khazanah kebudayaan agar ia kembali ke permukaan.

Semua cerita tentangnya berawal dari hobi dan kecintaannya terhadap seni, yang membawanya tetap eksis dengan karya-karya yang ia miliki hingga saat ini.

Namanya Tarmizi, seorang seniman yang berhasil mendirikan Bengkel Tanjak Rumahitam yang sekarang menjadi ruang di mana identitas Melayu dirawat, dijahit, dan dihidupkan kembali.

Sebagai penggiat seni, tanjak sudah menjadi identitas tersendiri untuk Tarmizi karna ke mana pun ia pergi tanjak selalu melekat di kepalanya bahkan ketika pentas pembacaan puisi. 

“Karna saya juga kemana-mana, persembahan baca puisi dan segala macamnya selalu pakai tanjak, ramai yang mintak tanjak yang saya pakai tu, oh berarti ini orang suke.”

Dari sanalah daya tarik tanjak yang dikenakan Tarmizi mulai menarik perhatian rekan-rekannya, bahkan di antaranya meminta Tarmizi untuk membuatkan tanjak yang serupa dengan tanjak miliknya yang saat itu dibandrol dengan harga 200 ribu rupiah.

Di ruangan sederhana berukuran  4×4 meter, Tarmizi kembali mengeluarkan keahlian menjahitnya yang pernah ia pelajari sejak duduk di bangku SMP. Satu per satu kain mulai ia lipat, benang dan jarum mulai ia satukan, kaki dan tangannya pun tampak lihai memainkan mesin jahit tersebut.

Awalnya pesanan tanjak yang saya terima hanya 1 sampai 2 buah tanjak saja, lalu kemudian bertambah menjadi 4 sampai 5, dan terus bertambah setiap bulannya.

Melihat tanjak buatannya mulai ramai diminati, akhirnya di tahun 2017, Tarmizi mulai serius menggeluti usaha tanjak miliknya, meskipun masih dengan ruangan jahit yang sederhana dan omzet yang baru menyentuh angka jutaan. Namun seiring berjalannya waktu, berkat kerja keras dan kegigihannya dalam memasarkan produk tersebut, sekarang ruangan sederhana itu berubah menjadi sebuah galeri yang bisa menampung 60-70 pengunjung.

Dalam memasarkan produknya, Tarmizi memilih menggunakan media sosial seperti YouTube dan Facebook untuk menjangkau peminatnya, tak heran jika pelanggannya tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, serta omzet yang sudah mencapai angka puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Ketika memasuki bulan Sya’ban dan Ramadhan, Bengkel Tanjak Rumahitam bisa memproduksi 30 ribu tanjak untuk pesanan dalam dan luar negeri. Oleh karna itu selain memiliki karyawan, Tarmizi juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya yang mempunyai keahlian menjahit.

Di sisi lain cerita, di balik deretan akrilik bening yang memeluk tanjak-tanjak itu dengan penuh hormat, deru mesin jahit terdengar berirama. Suaranya berasal dari seorang lelaki paruh baya bernama Budi, tangan terampil yang selama lebih dari tiga tahun telah menjadi bagian penting dari Bengkel Tanjak Rumahitam.

Awalnya, Budi adalah seorang perantau yang dibawa oleh temannya lalu diperkenalkan kepada Tarmizi untuk bekerja di bengkel tersebut. Namun saat itu ia ragu, karena sama sekali tidak bisa menjahit.

“Sebenarnya dulu saya dibawa dan dikenalkan kepada Bang Tarmizi. Terus saya bilang, saya ragu. Ini saya bikin tanjak, enggak mungkin lah saya bisa bikin ini,” kenangnya sambil tersenyum.

Sekarang, Budi menjadi orang yang dipercaya untuk membuat tanjak, sampin dan semacamnya.

Dengan posisi berdiri tegak, budi menjelaskan beberapa tahun ini peningkatan penjualan tanjak begitu meningkat, terlebih penjualan untuk organisasi, perguruan tinggi, yang bisa mencapai 800 pcs tanjak per organisasi.

“Selama saya bekerja dengan Bang Tarmizi, banyak tunjuk ajar tentang cara membuat tanjak dan filosofinya. Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa membuatnya.”

Budi juga menunjukkan baju-baju yang menjadi bagian dari koleksi Galeri Bengkel Tanjak Rumahitam. Pada setiap bajunya tertulis syair indah karya Tarmizi, salah satunya bertuliskan: “Tak usahlah memuja laut, datang ombak dikau mengelak.”

ANTARA WARISAN DAN INOVASI

Setiap tanjak bercerita, setiap motif menyimpan sejarah. Di balik itu semua, ada Lembaga Adat Melayu Kepri yang hadir sebagai penjaga cerita—memastikan setiap helai tetap setia pada tradisi yang diwariskan dari masa ke masa.

Saat berbincang tentang tanjak kreasi Tarmizi, Ketua LAM Kepulauan Riau Kota Batam, Y.M. Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin, tersenyum dan menyatakan dukungannya.

“Kami mendukung mau itu Tanjak Warisan maupun Tanjak Kreasi, tidak masalah selama tidak meninggalkan syarat dan kaedah pembuatan tanjak. Silahkan berkreasi sebagai bagian dari pelestarian budaya.”

Ia juga berpesan kepada para pegiat Tanjak Kreasi agar juga berguru dari yang berilmu dalam dalam membuat tanjak.

Bergurulah, pelajari tanjak warisan karena tanjak bukan sekedar budaya, tapi lebih dari itu karena letaknya mulia di atas kepala.”

Bengkel Tanjak Rumahitam bukan hanya menghadirkan produk, tetapi menawarkan nilai bahwa sebuah bisnis bisa tumbuh tanpa meninggalkan akar budayanya. Di balik setiap lipatan tanjak, ada keterampilan, ketekunan, dan identitas Melayu yang tetap dijaga hidup oleh para perajin lokal.

Dalam persaingan industri kreatif yang semakin ketat, konsistensi seperti inilah yang membuat sebuah brand bertahan yaitu kemampuan menggabungkan warisan budaya dengan peluang ekonomi.

Ia pun menitip mimpi, suatu hari gerai Bengkel Tanjak Rumahitam tidak hanya bertumbuh di Batam, tetapi juga hadir di Semenanjung Malaysia dan Singapura.

(SH/SM)

BP Batam melalui AnggotaDeputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian 2025 di Jakarta, Rabu (19112025).

Rakornas Kepegawaian 2025, BP Batam Dukung Penguatan Kompetensi ASN

Jakarta, WartaSeila – BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian 2025 di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh instansi pemerintah untuk memperkuat arah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka mewujudkan visi besar Asta Cita.

Alexander menjelaskan bahwa forum ini juga menjadi langkah konkret guna mengoptimalkan peran ASN dalam menentukan keberhasilan pembangunan nasional.

Sehingga, tata kelola kepegawaian tidak hanya berfokus pada aspek administratif. Tapi juga pada aspek pekerjaan substantif yang mampu memberikan nilai tambah terhadap kualitas pelayanan publik.

“Melalui forum ini, kami berharap pengelolaan manajemen SDM di BP Batam bisa semakin optimal,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan rakornas kali ini. Selain ajang konsolidasi nasional memperkuat pengelolaan pegawai berbasis manajemen talenta, kegiatan ini sekaligus mendorong penguatan kompetensi ASN di tengah era transformasi teknologi.

“Dengan peningkatan mutu pengelolaan SDM, maka kualitas pelayanan juga akan semakin baik,” pungkasnya.

Senada, Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan bahwa tantangan pelayanan publik saat ini membutuhkan ASN yang adaptif. Lalu, profesional serta inovatif sehingga transformasi birokrasi bisa lebih optimal.

“Dengan kolaborasi yang kuat, redesain reformasi birokrasi dari administratif menjadi substantif akan mempercepat pencapaian Asta Cita,” ujarnya. (DN)

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra memimpin penandatanganan Komitmen Bersama, diikuti dengan 21 Komandan Utama FKPD terkait dengan pengamanan.

BP Batam Kuatkan Komitmen Bersama 21 FKPD Unsur Pengamanan, Jaga Alam dan Investasi di KPBPB Batam

Batam, WartaSeila – BP Batam menggelar Rapat Koordinasi dan Komitmen Bersama 21 FKPD dalam rangka mengukuhkan sinergitas dan soliditas unsur pengamanan dalam menjaga investasi dan wilayah KPBPB Batam, Selasa (18/11/2025), di Grand Mercure Hotel Batam.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra memimpin penandatanganan Komitmen Bersama, diikuti dengan 21 Komandan Utama FKPD terkait dengan pengamanan.

Komitmen Bersama dibuat dalam rangka pengamanan Kawasan yang lebih efektif dengan pola koordinasi lintas instansi yang cepat dan konsisten.

Hal ini diharapkan dapat menguatkan pencegahan aktivitas illegal, penanganan konflik yang antisipatif, edukatif dan menimbulkan efek jera bagi para perambah liar, pencemaran, dan aktivitas illegal guna menjaga Kawasan hutan Batam sebagai aset strategis negara.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengapresiasi atas langkah dan upaya bersama Tim Terpadu yang diinisiasi oleh Direktorat Pengamanan Aset BP Batam dalam melakukan pengamanan aktivitas dan kegiatan illegal di Kota Batam.

“Era tata kelola pemerintahan sekarang adalah era yang mengesampingkan ego sektoral dan mengutamakan sinergi dan kolaborasi bagaimana agar program Pembangunan bisa terlaksana. Saya berterima kasih atas keberhasilan seluruh stakeholders yang hadir, maka Batam menjadi aman dan kondusif.” Kata Amsakar.

Namun demikian ia menitipkan pesan kepada seluruh FKPD yang hadir bahwa sinergi ini tidak berhenti begitu saja. Batam sebagai pusat industri dan investasi dengan target capaian ekonomi di atas 2% dari pertumbuhan nasional, memiliki segudang potensi yang luar biasa.

Bersamaan dengan hal tersebut, Batam memiliki tantangan dalam ancaman perambahan hutan, pencemaran lingkungan, dan aktivitas illegal lainnya.

Amsakar berharap penandatanganan komitmen bersama ini, dapat meningkatkan sinergi dan soliditas dalam mengamankan Kawasan KPBPB Batam.

“Hari ini menjadi komitmen dan penanda pengamanan kawasan yang lebih efektif dan soliditas yang makin erat antar sectoral sehingga dapat meningkatkan respons cepat terhadap potensi dan gangguan keamanan.” Imbuh Amsakar.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan bahwa komitmen hari ini merupakan upaya tegas BP Batam dalam menyusun langkah aksi bersama untuk pengamanan Kawasan KPBPB Batam yang aman, kondusif dan inklusif.

“Kami telah banyak turun ke lapangan dan melihat secara langsung potensi gangguan keamanan dan aktivitas illegal. Hal ini menjadi perhatian serius bagi BP Batam dalam rangka upaya bersama menjaga keamanan wilayah dan menjaga kelestarian alam kita agar tetap seimbang.”

Lebih lanjut Li Claudia juga berpesan kepada masyarakat agar bersama mencintai Kota Batam dengan memanfaatkan alam secara benar dan bijak.

“Mari bersama kita jaga hutan dan alam kita. Kawasan Hutan adalah wilayah yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai Hutan Tetap untuk menjaga ketersediaan alam, air dan udara. Aktivitas illegal dapat meningkatan Risiko Bencana Alam Erosi dan sedimentasi Banjir dan tanah longsor.” Pungkas Li Claudia Chandra.

Kegiatan turut menghadirkan narasumber dari Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau, Detasemen Polisi Militer I/6 Batam Kepri, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepri.

Penandatanganan Komitmen Bersama diikuti oleh 23 Komandan Utama FKPD, sebagai berikut :

  1. Kepala BP Batam
  2. Wakil Kepala BP Batam
  3. Kapolda Provinsi Kepri
  4. Komandan Kodaeral IV
  5. Direktur Pengamanan Aset
  6. Dansat Brimobda Polda Kepri
  7. Direktur Reserse Kriminal Khusus
  8. Direktur Samapta Polda Kepri
  9. Kapolresta Barelang
  10. Dandim 0316/Batam
  11. Danlanud Hang Nadim Batam
  12. Kasatpol PP
  13. Kepala Pangkalan PSDKP Batam
  14. Kepala Pangkalan Bakamla Batam
  15. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam
  16. Kepala BKSDA Batam
  17. Kepala DLHK Provinsi Kepri
  18. Kepala Kanwil BPN Provinsi Kepri
  19. Denpom I/6 Batam
  20. Dendom AL
  21. Dansatpom AU
  22. Danyon Infanteri 136 Raider/TS
  23. Danyon Marinir 10 Sby
Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha SPAM dan Fasling kembali melakukan aksi pembersihan gulma yang menutupi permukaan Waduk Duriangkang, Selasa (18112025).

Aksi BP Batam Bersihkan Waduk Duriangkang, Jaga Kualitas Sumber Air

Batam, WartaSeila — Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha SPAM dan Fasling kembali melakukan aksi pembersihan gulma yang menutupi permukaan Waduk Duriangkang, Selasa (18/11/2025).

Selain membersihkan gulma seperti eceng gondok dan putri malu, aksi ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran terhadap kelestarian waduk.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa kegiatan bersih-bersih ini sekaligus menjadi bentuk komitmen BP Batam untuk merawat ekosistem waduk.

Apalagi Waduk Duriangkang merupakan waduk terbesar di Batam dan berperan strategis dalam sistem penyediaan air. Namun, pertumbuhan gulma di sana kerap menutupi permukaan waduk sehingga berpotensi menghambat sirkulasi air dan menurunkan kualitasnya.

“Kami mengajak seluruh komponen daerah dan masyarakat untuk bekerja sama merawat waduk-waduk yang ada sebagai sumber air bersih,” jelas Ariastuty.

Ia menambahkan bahwa upaya menjaga waduk bukan hanya persoalan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjamin ketahanan air kota di masa kini dan masa depan. Edukasi publik dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan upaya ini.

Selain di Waduk Duriangkang, lanjut Ariastuty, aksi serupa juga telah terlaksana di dua waduk lainnya yaitu di Tembesi dan Rempang.

Mengingat, waduk menjadi aset vital yang menjadi sumber utama distribusi air bersih di Kota Batam.

Sehingga, kegiatan pembersihan rutin menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan waduk tetap terjaga secara ekologis.

“Penting bagi kita untuk menjaga waduk dan daerah tangkapan air sekitarnya. Tujuannya agar seluruh pasokan air baku di Batam tetap stabil dan memenuhi standar kualitas,” pungkasnya. (*)