Penandatanganan BAST BMN oleh Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain bersama Panglima Komando Daerah TNI AU I (Pangkodau I), Marsekal Muda TNI, Muzafar.

BP Batam Serahkan Status Penggunaan BMN kepada TNI AU

Batam, seilafm.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam, melakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) alih status penggunaan Barang Milik Negara (BMN) dari BP Batam ke TNI Angkatan Udara, di Kantor Makodau I Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Penandatanganan BAST BMN ini, dilakukan oleh Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain bersama Panglima Komando Daerah TNI AU I (Pangkodau I), Marsekal Muda TNI, Muzafar.

Alexander Zulkarnain menjelaskan, adapun BMN yang diserahkan berupa aset tanah di kawasan Lanud Hang Nadim, lengkap dengan Arsip Data Komputer (ADK). Sehingga kedepannya, TNI Angkatan Udara hanya tinggal melengkapi administrasi di Aplikasi SAKTI dan menganggarkan pembangunan.

“Dengan penandatanganan hari ini, alih lahan ini sudah sah milik TNI Angkatan Udara khususnya di Lanud Hang Nadim. Sehingga sudah bisa diusulkan penganggarannya untuk pembangunan kedepannya” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pangkodau I dan Lanud Hang Nadim serta seluruh pihak terkait atas kerja sama yang terjalin. Ia menegaskan pentingnya penguatan pertahanan, terlebih di tengah meningkatnya investasi dan bertambahnya fasilitas di wilayah Batam pada tahun ini.

Ia juga berharap, agar rencana pembangunan dapat segera terealisasi. “Kami senang hati melaksanakan alih status penggunaan BMN tersebut, karena dapat bermanfaat bagi rekan-rekan di TNI Angkatan Udara,” tutup Alexander Zulkarnain.

Sementara itu, Panglima Komando Daerah TNI AU I (Pangkodau I), Marsekal Muda TNI, Muzafar menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pihak terkait atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik.

Sehingga proses alih status penggunaan BMN dapat terlaksana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Alih status ini juga merupakan langkah strategis dalam penataan dan penguatan struktur organisasi TNI Angkatan Udara agar semakin efektif, adaptif, dan profesional dalam menjawab tantangan tugas ke depan. Sekaligus juga sebagai upaya mewujudkan tertib administrasi pengelolaan aset negara.

“Alih status penggunaan BMN berupa tanah dan bangunan di Lanud Hang Nadim, diharapkan bisa dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kesiapan operasional serta pembinaan satuan TNI Angkatan Udara” ujarnya.

Muzafar juga menekankan bahwa dengan ditandatanganinya berita acara tersebut, tanggung jawab pengelolaan, pengawasan, pengamanan, dan pemeliharaan Barang Milik Negara secara resmi menjadi kewenangan TNI Angkatan Udara.

“Diharapkan BMN ini dapat dikelola secara tepat guna, transparan, dan akuntabel guna mendukung pelaksanaan tugas TNI AU dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah udara nasional,” tutupnya.

Jadwal Imsakiyah Seila FM

Ramadan Baru, Energi Baru: Seila FM Batam Hadirkan Jadwal Imsakiyah Wilayah Batam

Batam, Seila FMBulan suci Ramadan kembali hadir sebagai momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta menata kembali aktivitas harian agar lebih terarah, seimbang, dan bernilai ibadah.

Sebagai bagian dari komitmen pelayanan informasi dan dakwah kepada masyarakat, Seila FM Batam menghadirkan Jadwal Imsakiyah Ramadan untuk wilayah Batam dan sekitarnya. Jadwal ini disusun berdasarkan rilis resmi Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) yang dipublikasikan melalui laman bimasislam.kemenag.go.id.

Jadwal imsakiyah ini diharapkan dapat menjadi panduan harian bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa secara tertib dan khusyuk, sekaligus membantu menghindari keterlambatan waktu sahur maupun berbuka puasa.

Seila FM Batam mengajak seluruh pendengar dan masyarakat Kota Batam untuk menyambut Ramadan sebagai momentum peningkatan iman, takwa, serta kepedulian sosial. Dengan niat yang tulus dan semangat yang diperbarui, Ramadan diharapkan menjadi ruang pembinaan diri dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

Sebagai radio dakwah yang berorientasi pada kemaslahatan umat, Radio Seila FM Batam hadir menemani masyarakat selama 24 jam penuh sepanjang bulan Ramadan. Melalui rangkaian program siaran Islami yang edukatif, informatif, dan menyejukkan, Seila FM berupaya menjalankan perannya sebagai media pengingat, penuntun, serta sahabat spiritual bagi umat dalam menjalani ibadah puasa.

Program-program Ramadan Seila FM dirancang untuk mendukung kebutuhan ibadah masyarakat, mulai dari pengingat waktu sahur dan berbuka, murottal Al-Qur’an, kajian keislaman, hingga pesan-pesan dakwah yang menumbuhkan akhlak mulia dan kepedulian sosial. Diharapkan, kehadiran siaran ini dapat memperkuat semangat beribadah, menenangkan hati, serta menghadirkan keberkahan Ramadan di tengah kehidupan masyarakat Batam.

Berikut Jadwal Imsakiyah Ramadan wilayah Batam dan sekitarnya yang dapat digunakan sebagai pedoman selama bulan suci Ramadan.

Download Jadwal Imsakiyah Seila FM
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meninjau kondisi empat waduk yang menjadi sumber air bersih masyarakat Batam

Wakil Kepala BP Batam Komitmen Benahi Permasalahan Air, Wilayah Stres Area Jadi Prioritas

Batam, Warta Seila – Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meninjau kondisi empat waduk yang menjadi sumber air bersih masyarakat Batam, Sabtu (31/1/2026). Keempat waduk tersebut antara lain Waduk Sei Ladi, Waduk Sei Harapan, Waduk Duriangkang dan Waduk Nongsa.

Selain mengecek progres perbaikan pipa distribusi air di Waduk Sei Ladi, Li Claudia juga ingin memastikan ketahanan air baku bagi masyarakat tetap terjaga, baik dari aspek kualitas, kuantitas atau debit air, hingga kontinuitas distribusi.

“Kami terus bekerja untuk menuntaskan persoalan air di beberapa wilayah yang menjadi stres area,” tegas Li Claudia.

Dalam kesempatan tersebut, Li Claudia Chandra juga menginstruksikan kepada pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) agar terus meningkatkan pengawasan serta percepatan penanganan di wilayah-wilayah yang selama ini mengalami gangguan suplai air atau masuk dalam kategori stres area.

Ia meminta pengelola SPAM untuk terus memitigasi pelbagai persoalan dan menindaklanjuti keluhan masyarakat melalui langkah-langkah konkret, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Upaya ini mendapat atensi serius mengingat ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat Batam. Oleh karena itu, pengelolaan infrastruktur yang optimal serta pengawasan langsung di lapangan menjadi prioritas BP Batam dalam merespons persoalan air.

“Dengan meninjau langsung kondisi waduk dan pipa distribusi, seluruh proses dapat terpantau sehingga gangguan suplai air kepada masyarakat bisa segera teratasi,” tambah Li Claudia. 

BP Batam menghadiri SMF Manufacturing Day Summit 2026 di Singapura untuk mendorong investasi industri Batam

BP Batam menghadiri SMF Manufacturing Day Summit 2026 di Singapura untuk mendorong investasi industri Batam

Singapura, WartaSeila – BP Batam menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah Batam dari sekadar kawasan insentif menjadi platform eksekusi industri tercepat di Asia Tenggara. Hal ini disampaikan oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, saat menghadiri SMF Manufacturing Day Summit 2026 di Marina Bay Sands, Singapura.

Kehadiran delegasi BP Batam, yang mewakili Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, merupakan langkah nyata dalam memperkuat posisi Batam sebagai mitra strategis industri global di era Industry 5.0.

Forum ini dihadiri para pemimpin industri, regulator, dan investor dunia untuk memetakan arah manufaktur di era Industry 5.0. Dalam diskusi tersebut, integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dan penguatan ketahanan rantai pasok regional menjadi agenda utama guna menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.

Dukungan kuat terhadap kolaborasi regional pun mengalir dari petinggi Singapura, mulai dari Presiden SMF Lennon Tan hingga Minister of State for Trade and Industry Singapura, Gan Siow Huang. Mereka sepakat bahwa kerja sama lintas batas merupakan kunci utama dalam memperkuat daya saing kawasan di tengah transformasi teknologi yang masif.

Sejalan dengan semangat tersebut, Fary Djemy Francis menekankan bahwa persaingan investasi saat ini bukan lagi soal siapa yang memberi insentif terbesar, melainkan siapa yang paling cepat mewujudkan operasional pabrik.

“Fokus kami sederhana: mempercepat waktu dan menghilangkan ketidakpastian. Investor butuh kepastian bahwa rencana mereka bisa langsung dieksekusi di lapangan tanpa hambatan birokrasi,” tegas Fary.

Selain mengikuti forum utama, BP Batam juga menggelar pertemuan strategis dengan unit FDI Advisory United Overseas Bank (UOB). Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan pipeline (daftar) investor potensial dan merancang program promosi bersama yang lebih terukur untuk menarik industri manufaktur teknologi tinggi ke Batam.

Tak hanya soal infrastruktur, BP Batam juga fokus pada penguatan talenta melalui program Strategic Mentoring & Investor Insight Lab. Program ini membekali para Duta Investasi BP Batam dengan kemampuan komunikasi berbasis solusi untuk menghadapi kebutuhan investor global yang semakin kompleks.

Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, yang juga hadir sebagai panelis dalam sesi khusus Batam–Bintan–Karimun, menambahkan bahwa reformasi perizinan dan layanan terintegrasi di Batam saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk mendukung operasional industri manufaktur ekspor.

Dengan penyederhanaan aturan dan infrastruktur yang terus diperkuat, BP Batam optimistis Batam akan tetap menjadi pilihan utama bagi perusahaan global yang ingin melakukan ekspansi cepat di kawasan Asia Tenggara.

Seila FM Audiensi ke MUI Kota Batam

Radio Seila FM Pererat Sinergi Dakwah Melalui Audiensi Bersama MUI Kota Batam

BATAM, Warta Seila – Dalam upaya memperkuat peran media sebagai sarana edukasi umat, jajaran manajemen Radio Seila FM melakukan kunjungan audiensi resmi ke Graha Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam pada Rabu (28/01). Pertemuan ini disambut langsung oleh Ketua Umum MUI Kota Batam, Ust. Luqman Rifai, S.Ag., M.Ag., didampingi Kepala Bidang Dakwah dan Pendidikan Islam MUI Kota Batam, Ust. Ahmad Jamzuri Sa’ud, M.Pd.

Kunjungan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi dakwah di ruang digital maupun udara, serta memastikan seluruh konten yang disiarkan Radio Seila FM tetap berjalan di atas bimbingan para ulama.

Dalam pertemuan tersebut, Ust. Luqman Rifai menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Seila FM di jalur dakwah. Beliau mengaku bersyukur atas kehadiran radio dakwah di Batam yang mampu menjaga marwah kontennya.

“Kami memantau bahwa Radio Seila FM masih berada dalam koridor Ahlusunnah Wal Jamaah dengan mengedepankan pemahaman Islam Wasathiyah yang moderat. Hal ini insyaAllah bisa menjadi referensi pencerahan bagi umat Islam di Kota Batam,” ujar Ust. Luqman Rifai.

Beliau juga menekankan pentingnya peran media massa dalam menangkal hoaks serta menyebarkan fatwa yang relevan dengan problematika umat saat ini. Ust. Luqman berharap Seila FM terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas, baik dari segi konten maupun teknis siaran.

Sebagai langkah konkret, MUI Kota Batam mendorong adanya sinergi berkelanjutan melalui Nota Kesepahaman (MoU). Kerja sama ini nantinya akan mencakup berbagai program strategis, termasuk sosialisasi Fatwa MUI yang bersifat aktual agar lebih cepat dan mudah diakses masyarakat luas melalui frekuensi Seila FM.

Manager Program Bidang Dakwah Radio Seila FM, M. Zaki Wardi, menegaskan bahwa sinergi dengan MUI adalah prioritas utama. “Kami ingin memastikan setiap konten yang mengudara memiliki dasar ilmu yang kuat. MUI adalah rujukan sentral agar radio ini tetap menjadi penyejuk bagi masyarakat,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Assisten Manager Seila FM, Fai Aditya, menyambut hangat arahan dari pimpinan MUI. “Dukungan ini adalah energi baru bagi kami. Kami siap menjadi mitra strategis dalam membumikan fatwa-fatwa ulama dan menyebarkan syiar Islam yang damai serta inklusif di Kota Batam,” tuturnya.

Agenda audiensi ini ditutup dengan diskusi hangat mengenai rencana kolaborasi program rutin yang akan melibatkan para asatidz dari berbagai komisi di bawah naungan MUI Kota Batam, serta penyerahan cinderamata sebagai simbol dimulainya babak baru kolaborasi antara ulama dan media.

Jalan Gajah Mada sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer, yang menghubungkan Landing Point Fly Over Sei Ladi menuju Simpang Laluan Madani.

BP Batam Bangun dan Tingkatkan 4 Ruas Jalan Strategis di Batam Tahun 2026

Batam, WartaSeila – BP Batam bangun jalan 2026 sebagai langkah strategis untuk mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Pada tahun 2026, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melaksanakan empat proyek pembangunan dan peningkatan jalan di sejumlah kawasan strategis Batam guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Kepala Biro Umum BP Batam, M. Taofan, mengatakan upaya tersebut dilakukan sebagai langkah strategis pihaknya untuk terus mendorong peningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam.

Taofan menyebutkan ada empat ruas jalan yang ditingkatkan sepanjang Tahun 2026. Pertama, Jalan Gajah Mada sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer, yang menghubungkan Landing Point Fly Over Sei Ladi menuju Simpang Laluan Madani. Jalan ini akan dikembangkan menjadi enam lajur dua arah dengan konfigurasi tiga lajur di masing-masing sisi. Proyek ini dikontrak dengan anggaran Rp 140 miliar dan mulai dikerjakan pada Januari ini.

Kedua, Jalan R. Suprapto, yaitu ruas Simpang Batamindo menuju Dam Mukakuning sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer. Proyek ini juga dilaksanakan pada Januari ini dan akan dibangun menjadi empat lajur dua arah di masing-masing sisi sebagai kelanjutan peningkatan jalan menuju kawasan industri Mukakuning. Adapun nilai proyek sebesar Rp 50,8 miliar.

Selanjutnya, masih dalam tahap perencanaan, ada jalan Kawasan Industri Tanjung Gundap sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer dan jalan Kawasan Industri Kabil sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Keduanya akan menggunakan anggaran proyek masing-masing sebesar Rp 27 miliar.

“Dengan infrastruktur yang memadai, kita ingin aktifitas ekonomi dan industri di Batam semakin tumbuh dan kompetitif,” ujar Taofan, Rabu (7/1/2026).

BP Batam di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra berkomitmen dalam pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang berkelanjutan. BP Batam optimis, Batam menjadi kawasan investasi yang inklusif dan kompetitif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Foto Penumpang Pelabuhan Batam

Pergerakan Penumpang Kapal Pelabuhan Batam Periode Angkutan Nataru 2026 Didominasi Rute Internasional

Batam, WartaSeila – Selama Periode Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pergerakan penumpang kapal di wilayah kerja Badan Pengusahaan (BP) Batam menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan rute internasional masih menjadi kontributor utama arus penumpang.

Berdasarkan data realisasi hingga H1+5 atau per 30 Desember 2025, total pergerakan penumpang rute internasional tercatat mencapai 316.236 orang, atau meningkat 22 persen dibandingkan periode Angkutan Nataru tahun 2024.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada penumpang berangkat melalui terminal ferry internasional yang tumbuh 30 persen, sementara penumpang datang meningkat 15 persen. Peningkatan ini terutama terjadi pada rute Singapura dan Malaysia melalui Terminal Ferry Internasional Batam Center dan Harbour Bay

Sementara itu, pergerakan penumpang rute domestik tercatat sebanyak 205.487 orang, atau meningkat 6,7 persen dibandingkan periode Nataru 2025. Dari jumlah tersebut, penumpang berangkat melalui terminal ferry domestik mencapai 107.209 orang atau tumbuh 5,3 persen, sedangkan penumpang datang tercatat 98.278 orang atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyampaikan bahwa dominasi pergerakan penumpang pada rute internasional selama Periode Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026 dipengaruhi oleh jarak waktu yang relatif berdekatan dengan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026.

“Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk menunda aktivitas mudik dan memilih untuk melaksanakannya pada periode Angkutan Lebaran 2026. Hal ini menyebabkan pergerakan penumpang domestik pada momen Nataru relatif lebih terkendali,” ujar Benny dalam keterangan resminya, Rabu (31/12/2025).

Meski demikian, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, imbuh Benny terus memastikan kelancaran arus penumpang di Periode Angkutan Laut Nataru 2026 dengan mengoordinasikan para agen pelayaran untuk melakukan penambahan armada kapal, baik domestik maupun internasional, guna mengantisipasi potensi lonjakan arus penumpang.

Selain itu, BP Batam juga menyiapkan Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di terminal ferry domestik dan internasional sebagai pusat koordinasi lintas instansi.

Seluruh sistem CCTV pelabuhan di wilayah kerja BP Batam juga telah terintegrasi dengan Pusat Informasi Transportasi (PUSINTRANS) Kementerian Perhubungan guna mendukung pemantauan dan pengendalian arus penumpang secara real time selama periode Nataru.

“Peningkatan arus penumpang selama Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 terjadi pada tanggal 25 Desember 2025 dan kami prediksikan juga terjadi pada 4 Januari 2026. Meski demikian lonjakan penumpang ini dapat kami kelola dengan baik melalui koordinasi lintas instansi, kesiapan armada, serta penerapan digitalisasi e-ticketing sehingga arus penumpang tetap berjalan aman dan lancar,” tambah Benny.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa BP Batam akan terus melakukan evaluasi secara berkelanjutan hingga berakhirnya periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sebagai bagian dari komitmen dalam memastikan pelayanan publik yang optimal dan berkelanjutan.

“Evaluasi selama periode Nataru ini menjadi dasar bagi kami untuk memperkuat kesiapan menghadapi Angkutan Lebaran 2026, baik dari sisi infrastruktur, kesiapan layanan, maupun sistem pendukung operasional. Dengan persiapan yang lebih matang, kami berharap pelayanan kepelabuhanan ke depan dapat berjalan lebih optimal, aman, dan terkendali,” ujar Amsakar. 

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas rencana pelaksanaan kebijakan Jaringan Gas (Jargas) di Kota Batam, Senin (22/12/2025).

Dorong Kebijakan Subtitusi LPG 3kg, BP Batam Dukung Kebijakan Jargas di Kota Batam.

Batam, WartaSeila – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas rencana pelaksanaan kebijakan Jaringan Gas (Jargas) di Kota Batam, Senin (22/12/2025).

Bertempat di Marketing Center BP Batam, kebijakan Jargas ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.

Dimana, jaringan gas perkotaan ditetapkan sebagai salah satu indikator Program Prioritas Nasional dalam rangka mendukung ketahanan dan efisiensi energi nasional.

Hal ini juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia untuk mendorong Batam sebagai kota investasi dengan standar internasional. Sehingga pengembangan dan penataan jaringan gas perkotaan menjadi salah satu elemen penting infrastruktur energi.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas perhatian dan inisiatif strategisnya dalam mendorong percepatan implementasi kebijakan Jaringan Gas.

Kebijakan ini, merupakan bagian dari upaya substitusi LPG 3 kg, sekaligus mendukung ketahanan dan efisiensi energi nasional.

“Kami mendorong perencanaan Jaringan Gas di Kota Batam dapat selaras dan terintegrasi dengan pengembangan kawasan permukiman, kawasan transmigrasi, serta wilayah penyangga pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

“Sehingga manfaat Jargas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, baik di kawasan eksisting maupun kawasan pengembangan baru,” lanjutnya.

Integrasi jaringan gas antarwilayah dan antarsegmen pengguna, baik ruma tangga, usaha kecil, hingga kawasan industri, menjadi hal yang sangat penting.

Integrasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi distribusi energi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi daerah serta mendukung daya saing Batam sebagai pusat investasi dan industri nasional.

Amsakar menambahkan, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam berkomitmen untuk mendukung upaya integrasi tersebut melalui penyelarasan kebijakan tata ruang, percepatan perizinan, serta fasilitasi pemanfaatan lahan dan infrastruktur pendukung. Tentunya disamping itu, tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, keselamatan, dan keberlanjutan.

“Kami juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, BP Batam, pemerintah daerah, dan BUMN, agar kebijakan ini dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batam,” tutup Amsakar.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi mengatakan, Kota Batam memiliki potensi yang kuat sebagai pelaksanaan pilot project pengembangan jargas.

Sebab, Kota Batam didukung kondisi geografis berupa wilayah kepulauan yang relatif terbatas. Sehingga, melalui Jaringan Gas memudahkan pengendalian jaringan dan meminimalkan risiko kebocoran distribusi.

“Kota Batam juga mempunyai karakteristik calon pelanggan yang sebagian besar telah memiliki pemahaman dan kesiapan dalam pemanfaatan jaringan gas,” katanya.

Sehingga kata Elen, untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pilot project Jaringan Gas, diperlukan dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Khususnya dalam aspek perencanaan, perizinan, penyediaan lahan, serta koordinasi lintas sektor, agar program dapat terlaksana secara efektif, tepat waktu, dan berkelanjutan,” imbunya.

Turut hadir dalam pembahasan, sejumlah perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Pertamina, PGN, Ditjen Migas Kemen. ESDM, SKK Migas, PPN, Pemerintah Kota Batam. (CM)

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menghadiri penyerahan bantuan perbekalan dan santunan nilai rumah asal kepada masyarakat transmigrasi lokal, di Tanjung Banun

Warga Tanjung Banun Terima Bantuan Perbekalan dan Santunan Rumah Secara Penuh

Batam, WartaSeila – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menghadiri penyerahan bantuan perbekalan dan santunan nilai rumah asal kepada masyarakat transmigrasi lokal, di Tanjung Banun, Minggu (21/12/2025).

Bantuan dan santunan ini, diserahkan secara simbolis oleh Menteri Transmigrasi Republik Indonesia (RI), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Adapun bantuan perbekalan, terdiri dari alat sandang, peralatan tidur, peralatan dapur, alat pertukangan, peralatan pertanian, jaring nelayan hingga perlengkapan rumah tangga.

Sementara santunan nilai rumah asal adalah pemberian santunan secara penuh terhadap rumah warga sebelumnya, sesuai dengan hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Sebagai contoh, jika sebelumnya rumah warga transmigrasi nilainya Rp200 juta dari hasil penilaian KJPP dan kemudian diberikan rumah relokasi senilai Rp130 juta. Sehingga masyarakat transportasi hanya mendapatkan uang ganti rugi Rp70 juta, yang merupakan sisq dari nilai rumahnya.

Namun saat ini, uang Rp130 juta tersebut dikembalikan ke warga penerima rumah relokasi.

Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, pemberian santunan secara penuh untuk rumah warga ini merupakan usulan dari Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pemberian santunan nilai rumah secara penuh itu disetujui bersama.

“Membangun Tanjung Banun ini bukan lagi soal relokasi, ini adalah soal menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan masa depan dan memindahkan kehidupan untuk kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Iftitah.

Sementara Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan, kegiatan ini merupakan komitmen dirinya bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, untuk memastikan bahwa setiap kebijakan berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan Rempang Eco City bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan upaya jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

“Harapan kami dengan perbekalan dan santunan nilai rumah asal ini, masyarakat lebih nyaman, bisa fokus untuk menata kehidupannya seiring dengan penyiapan infrastruktur yang terus akan kami lakukan di Tanjung Banun ini,” tegas Amsakar. (*)

Bengkel Tanjak Rumahitam: Degup Budaya dan Cuan Ratusan Juta

Di sudut jalanan banyaknya lalu lalang kendaraan, berdiri satu tempat yang hadirnya tidak hanya berbentuk bangunan, tetapi juga menjadi jembatan untuk mengangkat khazanah kebudayaan agar ia kembali ke permukaan.

Semua cerita tentangnya berawal dari hobi dan kecintaannya terhadap seni, yang membawanya tetap eksis dengan karya-karya yang ia miliki hingga saat ini.

Namanya Tarmizi, seorang seniman yang berhasil mendirikan Bengkel Tanjak Rumahitam yang sekarang menjadi ruang di mana identitas Melayu dirawat, dijahit, dan dihidupkan kembali.

Sebagai penggiat seni, tanjak sudah menjadi identitas tersendiri untuk Tarmizi karna ke mana pun ia pergi tanjak selalu melekat di kepalanya bahkan ketika pentas pembacaan puisi. 

“Karna saya juga kemana-mana, persembahan baca puisi dan segala macamnya selalu pakai tanjak, ramai yang mintak tanjak yang saya pakai tu, oh berarti ini orang suke.”

Dari sanalah daya tarik tanjak yang dikenakan Tarmizi mulai menarik perhatian rekan-rekannya, bahkan di antaranya meminta Tarmizi untuk membuatkan tanjak yang serupa dengan tanjak miliknya yang saat itu dibandrol dengan harga 200 ribu rupiah.

Di ruangan sederhana berukuran  4×4 meter, Tarmizi kembali mengeluarkan keahlian menjahitnya yang pernah ia pelajari sejak duduk di bangku SMP. Satu per satu kain mulai ia lipat, benang dan jarum mulai ia satukan, kaki dan tangannya pun tampak lihai memainkan mesin jahit tersebut.

Awalnya pesanan tanjak yang saya terima hanya 1 sampai 2 buah tanjak saja, lalu kemudian bertambah menjadi 4 sampai 5, dan terus bertambah setiap bulannya.

Melihat tanjak buatannya mulai ramai diminati, akhirnya di tahun 2017, Tarmizi mulai serius menggeluti usaha tanjak miliknya, meskipun masih dengan ruangan jahit yang sederhana dan omzet yang baru menyentuh angka jutaan. Namun seiring berjalannya waktu, berkat kerja keras dan kegigihannya dalam memasarkan produk tersebut, sekarang ruangan sederhana itu berubah menjadi sebuah galeri yang bisa menampung 60-70 pengunjung.

Dalam memasarkan produknya, Tarmizi memilih menggunakan media sosial seperti YouTube dan Facebook untuk menjangkau peminatnya, tak heran jika pelanggannya tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, serta omzet yang sudah mencapai angka puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Ketika memasuki bulan Sya’ban dan Ramadhan, Bengkel Tanjak Rumahitam bisa memproduksi 30 ribu tanjak untuk pesanan dalam dan luar negeri. Oleh karna itu selain memiliki karyawan, Tarmizi juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya yang mempunyai keahlian menjahit.

Di sisi lain cerita, di balik deretan akrilik bening yang memeluk tanjak-tanjak itu dengan penuh hormat, deru mesin jahit terdengar berirama. Suaranya berasal dari seorang lelaki paruh baya bernama Budi, tangan terampil yang selama lebih dari tiga tahun telah menjadi bagian penting dari Bengkel Tanjak Rumahitam.

Awalnya, Budi adalah seorang perantau yang dibawa oleh temannya lalu diperkenalkan kepada Tarmizi untuk bekerja di bengkel tersebut. Namun saat itu ia ragu, karena sama sekali tidak bisa menjahit.

“Sebenarnya dulu saya dibawa dan dikenalkan kepada Bang Tarmizi. Terus saya bilang, saya ragu. Ini saya bikin tanjak, enggak mungkin lah saya bisa bikin ini,” kenangnya sambil tersenyum.

Sekarang, Budi menjadi orang yang dipercaya untuk membuat tanjak, sampin dan semacamnya.

Dengan posisi berdiri tegak, budi menjelaskan beberapa tahun ini peningkatan penjualan tanjak begitu meningkat, terlebih penjualan untuk organisasi, perguruan tinggi, yang bisa mencapai 800 pcs tanjak per organisasi.

“Selama saya bekerja dengan Bang Tarmizi, banyak tunjuk ajar tentang cara membuat tanjak dan filosofinya. Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa membuatnya.”

Budi juga menunjukkan baju-baju yang menjadi bagian dari koleksi Galeri Bengkel Tanjak Rumahitam. Pada setiap bajunya tertulis syair indah karya Tarmizi, salah satunya bertuliskan: “Tak usahlah memuja laut, datang ombak dikau mengelak.”

ANTARA WARISAN DAN INOVASI

Setiap tanjak bercerita, setiap motif menyimpan sejarah. Di balik itu semua, ada Lembaga Adat Melayu Kepri yang hadir sebagai penjaga cerita—memastikan setiap helai tetap setia pada tradisi yang diwariskan dari masa ke masa.

Saat berbincang tentang tanjak kreasi Tarmizi, Ketua LAM Kepulauan Riau Kota Batam, Y.M. Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin, tersenyum dan menyatakan dukungannya.

“Kami mendukung mau itu Tanjak Warisan maupun Tanjak Kreasi, tidak masalah selama tidak meninggalkan syarat dan kaedah pembuatan tanjak. Silahkan berkreasi sebagai bagian dari pelestarian budaya.”

Ia juga berpesan kepada para pegiat Tanjak Kreasi agar juga berguru dari yang berilmu dalam dalam membuat tanjak.

Bergurulah, pelajari tanjak warisan karena tanjak bukan sekedar budaya, tapi lebih dari itu karena letaknya mulia di atas kepala.”

Bengkel Tanjak Rumahitam bukan hanya menghadirkan produk, tetapi menawarkan nilai bahwa sebuah bisnis bisa tumbuh tanpa meninggalkan akar budayanya. Di balik setiap lipatan tanjak, ada keterampilan, ketekunan, dan identitas Melayu yang tetap dijaga hidup oleh para perajin lokal.

Dalam persaingan industri kreatif yang semakin ketat, konsistensi seperti inilah yang membuat sebuah brand bertahan yaitu kemampuan menggabungkan warisan budaya dengan peluang ekonomi.

Ia pun menitip mimpi, suatu hari gerai Bengkel Tanjak Rumahitam tidak hanya bertumbuh di Batam, tetapi juga hadir di Semenanjung Malaysia dan Singapura.

(SH/SM)