Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait

Respons BP Batam Soal Air Keruh di Tiban: ABHi Lakukan Penanganan dan Flushing Bertahap Pasca Pekerjaan Interkoneksi Pipa Transmisi Ladi

Seila Fm, Batam – Menanggapi keluhan masyarakat soal kondisi air bersih yang terlihat keruh dan bercampur endapan lumpur di sebagian wilayah pelayanan area Tiban, Badan Pengusahaan (BP) Batam menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan dampak sementara dari pengoperasian kembali jaringan distribusi pasca pekerjaan interkoneksi pipa transmisi Ladi berkapasitas 50 liter per detik (lps).

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa tindak lanjut dari kondisi tersebut, pihak ABHi akan melaksanakan flushing atau penggelontoran jaringan secara bertahap pada area-area yang terdampak guna mempercepat proses pembersihan endapan dalam pipa distribusi.

Selain itu, lanjut Tuty, pihaknya juga mengimbau agar pelanggan yang terdampak dapat melakukan flushing (menguras saluran sistem air) secara mandiri dengan membuka keran air selama beberapa saat hingga aliran air kembali jernih sebelum digunakan atau ditampung untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang pelanggan rasakan akibat kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan keandalan sistem penyediaan air bersih bagi pelanggan,” ujar Tuty, panggilan akrabnya, Rabu (3/6/2026).

Ia menyampaikan, SPAM bersama ABHi telah menurunkan tim untuk memantau kondisi jaringan di lapangan guna memastikan layanan air bersih kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Di samping itu, BP Batam juga akan meningkatkan penyampaian informasi kepada pelanggan agar proses pemulihan layanan dapat dipahami lebih baik dan tidak menimbulkan kekhawatiran.

“Kami turut mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Pada prinsipnya, BP Batam bersama ABHi berkomitmen untuk memaksimalkan suplai air bersih bagi pelanggan,” pesannya. (DN)

Kepala BP Batam Apresiasi Peran Driver Online Jaga Nama Baik Kota Batam

Batam, Radio Seila Fm – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad mengapresiasi peran driver online sebagai garda terdepan dalam menjaga nama baik Batam kepada wisatawan.

Hal itu disampaikan Amsakar Achmad saat menerima audiensi Perwakilan Driver Online Batam di Marketing Centre, Selasa (12/5) siang.

Amsakar menilai, pekerja informal turut menunjang tren kunjungan wisatawan ke Batam. Terlebih, para driver online yang masuk dalam sektor tersebut langsung berhadapan dan bisa memberikan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dari data yang dihimpun, tren positif di awal tahun hingga Februari 2026, kunjungan wisman tercatat mencapai 257.928 orang. Meningkat 25,43 persen dibandingkan Februari 2025.

“Rekan-rekan ini sebenarnya menjadi bagian penting dan corong dalam menyampaikan hal-hal baik tentang Batam kepada para wisatawan,” katanya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Batam itu turut mengapresiasi masukan dan aspirasi yang disampaikan para driver online. Ia pun mendorong ekosistem transportasi digital yang semakin baik sejalan terbitnya Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Tranportasi Online.

“Kabar baiknya dengan kebijakan Bapak Presiden melalui Perpres itu, mudah-mudahan akan ada perubahan secara nasional dan Batam akan mengawal kebijakan itu,” terangnya.

Kepala BP Batam lantas menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas iklim investasi salah satunya melalui komunikasi yang harmonis antara perusahaan aplikator, pengemudi dan pemerintah untuk merumuskan solusi yang berkeadilan bagi seluruh pihak.

“Saya harapkan dukungan dari rekan-rekan untuk bersama menjaga kondusifitas dan keharuman nama kota Batam,” harapnya.

Turut hadir dalam pertemuan yaitu, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan, Denny Tondano; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Batam, Yusfa Hendri; Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaludin dan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono. (AP)

BP Batam Percepat Layanan Izin Lingkungan Jadi 29 Hari, Dukung Kemudahan Investasi

Batam, Radio Seila Fm – Menindaklanjuti pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) resmi memperkuat sistem perizinan terpadu.

Langkah strategis ini mencakup percepatan penerbitan Persetujuan Lingkungan (PL) yang kini ditargetkan rampung hanya dalam 29 hari kerja.

Sesuai dengan regulasi terbaru mengenai Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) serta Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, BP Batam kini memegang kewenangan penuh atas 16 sektor strategis dengan lebih dari 2.400 jenis perizinan.

Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Harry Prasetyo Utomo, menjelaskan bahwa kunci dari percepatan ini adalah pembentukan Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup (TUK-LH) KPBPB Batam.

Tim ini tidak hanya mengandalkan internal BP Batam, tetapi juga bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam serta melibatkan tenaga ahli dari kalangan akademisi.

“Tujuan utamanya adalah memverifikasi teknis dokumen lingkungan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kami ingin memastikan bahwa meski prosesnya cepat, kualitas kajian lingkungan tetap terjaga sesuai standar,” ujar Harry dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 22 Tahun 2025, kewenangan penerbitan Persetujuan Lingkungan yang sebelumnya berada di tingkat pusat atau provinsi, kini telah didelegasikan kepada KPBPB Batam dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Hal ini memangkas birokrasi yang selama ini dianggap cukup panjang. Harry menekankan bahwa tata kelola perizinan di Batam saat ini dirancang untuk menjadi yang paling efisien di Indonesia.

“Jika di wilayah lain proses persetujuan lingkungan seringkali memakan waktu lama karena jenjang birokrasi yang berlapis, BP Batam berupaya memangkas durasi tersebut secara signifikan agar pelaku usaha mendapatkan kepastian waktu,” tambahnya.

Sebagai informasi, para pelaku usaha di kawasan KPBPB Batam wajib memenuhi tiga persyaratan dasar untuk memperoleh Perizinan Berusaha, yaitu:

1. Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).
2. Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PKKH).
3. Persetujuan Lingkungan (PL).

Dengan efisiensi waktu yang ditawarkan, BP Batam optimis iklim investasi di Batam akan semakin kompetitif dan menarik bagi investor global maupun domestik. (RUD)

Manajemen Radio Seila FM bersama Ust. Resdin Efendi Pasaribu, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Ketua Persatuan Mubaligh (PMB) Kota Batam

Mempererat Sinergi Dakwah, Manajemen Seila FM Silaturahmi ke Kemenag Kota Batam dan PMB

BATAM (SEILA FM) – Dalam upaya memperkuat peran media sebagai jembatan informasi keagamaan, manajemen Radio Seila FM (Rasil) melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Kementerian Agama Kota Batam pada Kamis (23/04).

Kunjungan ini disambut hangat oleh Ust. Resdin Efendi Pasaribu, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Ketua Persatuan Mubaligh (PMB) Kota Batam. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi antara program-program Kemenag dengan peran strategis radio dalam menyebarkan konten dakwah di wilayah Batam dan sekitarnya.

Memperkuat Sinergi Program Dakwah

Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan ajang untuk mempererat sinergi antara otoritas keagamaan dan media dakwah. Beberapa poin kerja sama yang dibahas meliputi:

  • Pemantauan Pesan Dakwah: Peran aktif PMB dalam memantau dan memberikan masukan terhadap konten-konten dakwah yang disiarkan agar tetap relevan dan menyejukkan.
  • Program Talkshow Eksklusif: Rencana kolaborasi program bincang-bincang (talkshow) rutin yang menghadirkan narasumber dari Persatuan Mubaligh Batam.
  • Integrasi Program Kemenag: Memastikan informasi dan program kerja Kemenag Kota Batam dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat melalui frekuensi Seila FM.

Radio sebagai Aset Wakaf Umat

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Seila FM (Rasil Batam), Drs. Ichsan Thalib, menekankan pentingnya keberadaan radio ini bagi masyarakat Batam. Beliau menegaskan bahwa Seila FM mengemban misi sosial dan spiritual yang besar.

“Radio ini adalah aset wakaf. Harapan kami, keberadaannya dapat terus memberikan manfaat yang luas bagi umat dan menjadi sarana syiar yang efektif di Kota Batam,” ujar Ichsan Thalib.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi yang berkelanjutan, demi memastikan pesan-pesan dakwah yang disampaikan tetap berkualitas dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026

AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026

Batam, Radio Seila FM – Kinerja ekspor Batam membuka tahun 2026 dengan sinyal kuat di pasar global. Amerika Serikat kembali menjadi motor utama dengan lonjakan ekspor sebesar 30,71 persen atau mencapai USD 860,32 juta pada periode Januari hingga Februari 2026.

Singapura menempati posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar USD 704,47 juta atau tumbuh 4,52 persen.

Sementara itu, India mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 410,23 persen atau sebesar USD 344,67 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kuatnya kinerja di pasar utama ini menegaskan bahwa permintaan global terhadap produk Batam masih solid di tengah dinamika ekonomi dunia.

Momentum positif juga terlihat di sejumlah negara lain.

Ekspor ke Tiongkok naik 49,63 persen menjadi USD 265,55 juta, Jerman tumbuh 65,36 persen menjadi USD 44,90 juta, serta Filipina melonjak signifikan hingga USD 89,68 juta.

Dari sisi sektor, industri manufaktur tetap menjadi tulang punggung.

Mesin dan peralatan listrik mencatat nilai terbesar dengan pertumbuhan 24,75 persen atau USD 1.561,44 juta.

Disusul minyak dan lemak hewan/nabati yang tumbuh 44,77 persen (USD 194,46 juta), produk kimia naik 16,34 persen (USD 167,74 juta), serta perangkat optik yang melonjak 40,27 persen (USD 54,30 juta).

Di tengah capaian tersebut, total ekspor Batam pada Januari hingga Februari 2026 mengalami koreksi 3,67 persen atau tercatat sebesar USD 3.107,47 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh sektor kapal, kakao/cokelat, serta produk besi dan baja olahan.

“Data awal 2026 menunjukkan pasar utama Batam masih tumbuh dan beberapa sektor industri tetap mencatat kinerja yang positif. Fokus kami adalah menjaga momentum pada sektor-sektor yang sedang menguat, sambil memberi perhatian pada sektor-sektor yang terkoreksi,” ujar Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Francis, saat menghadiri First Cut Steel Ceremony proyek Tangguh Ubadari Carbon Capture Utilization – MD4 (TUCC-MD4) di PT Wasco Engineering Indonesia, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan, struktur ekspor Batam masih ditopang oleh pasar utama yang kuat serta sektor manufaktur yang tetap ekspansif, sehingga menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ke depan.

Oleh karena itu, BP Batam menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kinerja ekspor melalui penguatan iklim investasi dan fasilitasi industri.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk Batam di pasar global sekaligus mengakselerasi pemulihan pada sektor-sektor yang mengalami koreksi.

BP Batam bersam para pelaku usaha, asosiasi industri, dan tokoh masyarakat.

Hadapi Tantangan Global, BP Batam Serap Aspirasi Dunia Usaha

Batam, Radio Seila FM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar diskusi strategis bertajuk “Mendengar Lebih Dekat, Bergerak Bersama Menuju 2026” di Balairungsari, Kamis (2/4/2026).

Selain menjadi ruang dialog terbuka, kegiatan ini sekaligus momentum bagi BP Batam, pelaku usaha, asosiasi industri, dan tokoh masyarakat berkolaborasi dalam merumuskan arah kebijakan dan akselerasi ekonomi di tengah dinamika global dan tuntutan masyarakat yang kian kompleks.

Di samping itu, forum strategis ini juga menjadi ruang bagi BP Batam untuk menyerap aspirasi dan kritik konstruktif dari dunia usaha dan pelaku industri.

Beragam persoalan turut mendapat atensi penuh masing-masing pihak seperti pertumbuhan ekonomi, iklim investasi, penguatan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di tengah daya saing global, hingga permasalahan sosial maupun politik.

“Di tengah situasi global saat ini, capaian kinerja BP Batam dan Pemerintah Kota Batam patut kita apresiasi. Kolaborasi kepemimpinan Bapak Amsakar dan Bu Li Claudia dengan dukungan seluruh komponen daerah berhasil menjaga ritme pertumbuhan ekonomi Batam,” ujar tokoh masyakarat Kepri, Asman Abnur.

Menurut Asman, tidak mudah bagi suatu daerah mendapatkan keistimewaan dari pemerintah pusat seperti yang saat ini BP Batam dapatkan. Mulai dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, PP Nomor 4 Tahun 2025, serta PP Nomor 47 Tahun 2025.

“Harmonisasi beragam kebijakan tersebut tidak mudah. Dampak positif dari ini adalah memangkas alur birokrasi dan menyederhanakan proses perizinan seperti yang selama ini menjadi keluhan pelaku usaha. Sehingga, tidak ada lagi kekhawatiran untuk berinvestasi di Batam,” tambahnya.

Selain Asman Abnur, sejumlah pelaku usaha dan tokoh kenamaan lainnya turut hadir dalam forum ini. Di antaranya Kris Wiluan, Abidin Hasibuan, Doly, Harry Feri Manik, Peter Vincent, dan Saptana Tri Prasetiawan.

Mereka bersepakat untuk mendukung BP Batam dalam mengatasi dan menghadapi tantangan ekonomi global saat ini. Apalagi dengan penyatuan kepemimpinan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, mereka optimis bahwa kendala perizinan dapat teratasi dengan baik sehingga menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Kami menginginkan adanya konstruksi pemikiran bersama antara BP Batam, pelaku usaha, dunia industri dan tokoh masyarakat. Dengan gagasan yang dihasilkan, saya dan Bu Li Claudia yakin masukan dan kritik dari pelaku usaha ini dapat menghasilkan formulasi kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Amsakar optimistis, dukungan dari Forkopimda, dunia usaha, dan seluruh komponen daerah lainnya dapat menjadi modal penting dalam mendorong akselerasi pembangunan dan ekonomi Batam tahun 2026.

Pihaknya juga akan rutin untuk melaksanakan forum strategis ini ke depannya. Dengan harapan, BP Batam dapat mendengar langsung aspek-aspek yang menjadi hambatan di lapangan.

“Masukan-masukan ini juga memberikan kami berbagai pandangan terkait perumusan kebijakan ke depannya. Kami berharap, pertumbuhan ekonomi dan investasi pun bisa terus meningkat dengan dukungan dari seluruh pihak,” tambah Amsakar. (*)

Acara Musyker ini diikuti oleh seluruh kru dan pengelola Seila FM

Seila FM Siap Hadirkan Dakwah Radio yang Inspiratif dan Berbasis Digital

Batam, Warta Seila – Media dakwah Radio Seila FM Batam kembali menggelar Musyawarah Kerja (Musyker) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Memperkuat Dakwah Melalui Siaran Radio yang Profesional, Inspiratif, dan Berbasis Digital.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarul Hikam, Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, pada hari Sabtu, dan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Musyawarah Kerja ini menjadi agenda strategis tahunan Seila FM sebagai forum evaluasi program siaran dan kinerja kelembagaan di tahun sebelumnya, sekaligus menyusun arah kebijakan dan strategi dakwah untuk tahun 2026.

Dalam sambutannya, Station Manager Radio Seila FM, Angga Aminudin, menegaskan bahwa Seila FM harus mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi media serta perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya di Kota Batam.

Menurut Angga, di tengah dinamika dakwah di era digital, Seila FM dituntut untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan kualitas siaran serta manajemen kelembagaan.

Ia juga berharap, Musyawarah Kerja Seila FM 2026 mampu menghasilkan rumusan program yang terukur, realistis, dan selaras dengan visi dakwah Seila FM, sehingga keberadaan radio tetap menjadi media dakwah yang profesional, inspiratif, dan relevan di era digital.

Acara Musyker ini diikuti oleh seluruh kru dan pengelola Seila FM sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat peran radio dakwah di Batam dan sekitarnya.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait meninjau kesiapan unit pelayanan jelang Puncak Perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.

Anggota/Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Tinjau Kesiapan RSBP Batam Jelang Nataru

Batam, WartaSeila — Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait meninjau kesiapan unit pelayanan jelang Puncak Perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.

Salah satunya, Ariastuty melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit BP Batam (RSBP) pada Rabu pagi, (17/12/2025).

Ia ingin memastikan kesiapan dan langkah antisipasi unit kerja dalam menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 yang identik dengan peningkatan mobilitas dan kebutuhan layanan publik, khususnya layanan kesehatan.

“Kegiatan kunjungan kerja ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan lisan Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam kepada seluruh jajaran pimpinan unit kerja dan pegawai di lingkungan BP Batam, agar meningkatkan kesiapsiagaan dan pengawasan selama masa puncak libur Natal dan Tahun Baru, guna menjaga Batam tetap aman, tertib, dan kondusif.” Kata Ariastuty.

Dalam rangkaian kunjungannya, Ariastuty meninjau langsung sejumlah area pelayanan strategis, antara lain ruang perawatan pasien di lantai 5, ruang Intensive Care Unit (ICU), serta area poliklinik.

Ia juga berkesempatan beramah tamah dengan para pasien, pengunjung, serta petugas, sekaligus melihat secara langsung kondisi pelayanan dan kesiapan fasilitas di lapangan.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ruang farmasi baru RSBP Batam yang mulai difungsikan sejak Senin, 15 Desember 2025.

Ruang farmasi yang sebelumnya tersebar di Gedung A dan Gedung B lantai 1, kini disatukan dan terpusat di Lobby D Gedung B, sebagai bagian dari upaya peningkatan efektivitas pelayanan, kemudahan akses bagi pasien, serta efisiensi alur pelayanan kefarmasian.

Usai peninjauan lapangan, Tuty sapaan akrabnya, memimpin rapat koordinasi di ruang Direktur RSBP Batam, dihadiri oleh jajaran manajemen, pejabat struktural, serta staf terkait.

Sejumlah isu strategis dan operasional dibahas secara terbuka, baik evaluasi maupun apresiasi atas kinerja RSBP sepanjang tahun 2025.

“Beberapa hal yang kami atensi yakni keterbatasan tenaga medis seiring meningkatnya jumlah kunjungan pasien, kondisi pendingin ruangan di beberapa area pelayanan yang masih perlu dioptimalkan, serta penjajakan layanan radioterapi yang saat ini masih dalam proses untuk diwujudkan.” Tutur Tuty.

Di sisi lain, ia memberikan apresiasi atas berbagai capaian RSBP Batam, khususnya peningkatan kualitas dan konsistensi pengelolaan media sosial RSBP Batam yang dinilai semakin baik, serta sejumlah penghargaan (award) yang berhasil diraih dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya mengapresiasi atas kinerja di an capaian yang berhasil diraih 2025 harus kita pertahankan dan terus kita tingkatkan. Ke depan Penting penguatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan kepada pasien dan pengunjung rumah sakit.” Ujar Tuty.

Pada penutupnya, Tuty menekankan agar dapat meningkatkan kewaspadaan, menjaga stabilitas dan kelancaran pelayanan selama masa libur akhir tahun.

Ia mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa mengedepankan pelayanan yang ramah, santun, dan humanis, sejalan dengan semangat PRIMA yang menjadi nilai dasar pelayanan RSBP Batam, yakni Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat.

Forum internasional “The Second Edition of Islands of Growth”, pada Selasa (18112025) di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre

Batam Sampaikan Komitmen Investasi USD 10 Miliar pada Forum Bisnis di Singapura

Singapura, WartaSeila – Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, memaparkan perkembangan investasi Batam pada forum internasional “The Second Edition of Islands of Growth”, pada Selasa (18/11/2025) di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre

Kegiatan ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto; Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo; Chairman Singapore Economic Development Board (EDB), Png Cheong Boon; serta Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad.

Dalam paparannya, Fary mengumumkan bahwa Batam mencatat komitmen investasi USD 10,35 miliar dari 20 perusahaan global di sektor energi, manufaktur lanjutan, industri maritim, dan logistik.

Hal ini diperkuat dengan pergeseran besar rantai pasok global yang menjadikan kawasan Batam–Bintan–Karimun (BBK) semakin strategis sebagai pintu masuk investasi ke Indonesia.

Kedekatan Batam yang hanya 20 km dari Singapura juga memberi keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki kawasan lain di Asia Tenggara.

“Investor kini menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap Batam. Mereka melihat arah pembangunan yang semakin jelas dan layanan yang lebih pasti,” ujar Fary.

BP Batam juga memperkenalkan paradigma layanan baru “Batam: Your Best Friend to Invest”, yang menghadirkan Investment Dashboard, komunikasi satu pintu (single-window communication), timeline layanan yang lebih pasti, serta Mobile Investment Clinics untuk penyelesaian isu di lapangan.

Selain itu, upaya ini juga diperkuat dengan dua regulasi nasional menjadi landasan utama.

Pertama, PP 25/2025 yang memberi BP Batam kewenangan untuk menerbitkan izin dasar termasuk izin lingkungan, PKKPRL, dan PKKPH secara langsung di Batam.

Kedua, PP 47/2025 yang memperluas kawasan FTZ, membuka ruang baru bagi industri dan logistik yang siap ditawarkan kepada investor.

“Dengan kepastian regulasi dan kapasitas kawasan yang lebih luas, Batam berada pada posisi yang semakin kompetitif di Asia Tenggara,” kata Fary.

Ia melanjutkan, Batam juga memperkuat arah pengembangan industri hijau melalui proyek PLTS Terapung Tembesi dan rencana kawasan rendah karbon.

“Batam terbuka, dipercaya, dan bergerak cepat. Invest in Batam, where proximity meets possibility,” tutupnya.

Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza dan AnggotaDeputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis beserta jajaran.

Kolaborasi Wamen UMKM, BP Batam, dan BRI Wujudkan Ekosistem UMKM Berdaya Saing.

Batam, WartaSeila – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI bersama Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem pengembangan UMKM di Kota Batam.

Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan pada Rabu (12/11/2025), yang dihadiri Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza dan Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis beserta jajaran.

Utamanya, langkah ini didukung dengan data Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, yang mencatat 75.575 unit UMKM aktif di Kota Batam hingga akhir 2024.

Jumlah tersebut menegaskan potensi Batam sebagai pusat pertumbuhan UMKM, ditunjang posisi strategisnya sebagai kawasan industri, perdagangan, dan logistik internasional.

“UMKM merupakan pilar penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Batam,” ujar Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza.

Ia menambahkan, program kolaboratif ini akan dijalankan melalui tiga pilar utama: Akses Permodalan Berkelanjutan, Peningkatan Kapasitas Usaha, serta Penguatan Peluang Investasi dan Kemitraan Industri yang akan difasilitasi oleh BP Batam.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan pelaku usaha di Batam mendapatkan kemudahan akses permodalan, pendampingan berkualitas, dan peluang pasar yang luas, termasuk melalui jejaring investasi di kawasan industri dan pariwisata Batam,” lanjutnya.

Sementara itu, Fary Francis menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan komitmen BP Batam untuk menjadikan UMKM sebagai bagian integral dari ekosistem investasi di Batam.

“Kami memastikan setiap arus investasi yang masuk ke Batam dapat memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, BP Batam juga tengah menyiapkan platform inventarisasi aset pengusahaan yang akan mempermudah pelaku UMKM dalam memanfaatkan aset-aset produktif milik BP Batam untuk kegiatan produksi, distribusi, maupun kolaborasi bisnis.

Dengan demikian, Fary berharap, kolaborasi ini dapat mendorong peningkatan ekspor Batam hingga 10 persen serta menjadi model kemitraan ideal dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing global, berbasis investasi, dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.